Kalsel Belajar Proses Seleksi Komisioner KI ke Sulsel


Administrator | 05 Mei 2018 | Bagikan

MAKASSAR, BKM -- Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulsel, Jumat (4/5).

Kedatangan Diskominfo Kalsel tersebut untuk melakukan studi banding dalam proses rekrutmen atau seleksi komisioner Komisi Informasi (KI). 

Diskominfo Kalsel yang diwakili Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik pada Diskominfo Kalsel Nasrullah diterima Ketua Komisioner dan komisioner KI Sulsel Pahir Halim, komisioner Asradi,Kadir dan Aswar hasan Juga Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian H  Hudson, Kepala Sekretariat KI Sulsel yang juga Kepala Bidang Informatika Badaruddin serta salah seorang panitera di KI, Rachmawati Chalik. 

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kabid Informatika Diskominfo Sulsel, Badaruddin. 

Nasrullah secara teknis menanyakan tahapan seleksi yang dilakukan dalam menentukan komisioner KI di Sulsel. Karena dalam waktu dekat, akan dibuka proses seleksi di Kalimantan Selatan karena masa tugas KI di sana sudah akan berakhir. 

"KI Kalimantan Selatan mulai bertugas Agustus 2014. Dan sesuai aturan masa tugasnya berlaku selama empat tahun. Artinya tahun ini berakhir dan harus dibuka seleksi untuk Komisioner KI selanjutnya, " ungkap Nasrullah.

Ketua KI Sulsel, Pahir Halim menjelaskan ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam proses seleksi. Tahapan pertama adalah pembentukan tim seleksi yang diambil dari orang atau tokoh yang paham betul soal keterbukaan informasi.

Tim inilah yang akan menyeleksi calon-calon komisioner hingga dihasilkan 10 hingga 15 besar untuk diusulkan ke DPRD. Mereka kemudian akan di fit and proper test oleh para anggota dewan untuk menjadi Komisioner KI.

Pahir juga menyarankan, agar senantiasa berkoordinasi dengan Komisi Informasi Pusat untuk mendapat masukan atau pertimbangan-pertimbangan dalam menyelesaikan tahapan seleksi.

Kepala Sekretariat KI Sulsel, Badaruddin yang juga Kepala Bidang Informatika menjelaskan, kehadiran Diskominfo Kalimantan Selatan untuk melakukan studi banding ke daerah ini menjadi salah satu gambaran jika proses seleksi komisioner KI di Sulsel berjalan secara baik dan obyektif. 

"Mereka ke sini melakukan studi perbandingan pasti karena ada beberapa alasan. Setidaknya karena proses seleksi komisioner KI di daerah ini berjalan sebagaimana mestinya," ungkap lelaki yang akrab disapa Badar ini. (*)