Launching Oktober Mendatang, Kartu Sejahtera Petani Jadi Solusi Keresahan Petani


Administrator | 13 April 2019 | Bagikan

Upaya dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan produksi pertanian, pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa Kartu Sejahtera Petani. Kartu ini sebagai database juga tabungan dan Kouta/wallet dan juga akses perbankan untuk fasilitas pembiayaan petani.

Kartu Sejahtera Petani sendiri akan dilaunching pada Oktober mendatang, yang dirangkaikan dengan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk meresmikan sejumlah proyek di Sulsel

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura provinsi Sulawesi Selatan, Fitriani mengatakan bahwa Kartu Sejahtera Petani ini akan menjadi solusi bagi petani kedepannya. Sebab, kata Fitriani, seluruh kebutuhan petani, mulai dari pupuk hingga benih akan mudah diperoleh melalui transaksi kartu ini.

“Jadi kedepannya nanti melalui kartu ini kita akan perbaiki penyaluran pupuk dan benih di setiap kabupaten/kota di Sulsel,”kata Fitriani pada acara Pertemuan Koordinasi e-RDKK dan Kartu Tani 2018, di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Amirullah Makassar, Rabu (19/9/18).

Ia menjelaskan, Sulsel sekarang berada diurutan ke empat mengenai pangan. Tentunya faktor yang sangat mendukung ketersediaan pangan ini adalah pupuk dan benih. Meskipun penyaluran pupuk di Sulsel mencapai 1 juta ton, namun hal itu masih kurang.

“Jadi prioritas utama kita dalam kartu sejahtera petani ini terkait sosialisasi kepada petani. Sosialisasi kartu ini perlu dilakukan secara berkesinambungan karena petani pasti belum memahami ini,”terangnya.

Kartu Sejahtera Petani merupakan sarana akses layanan perbankan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman, hingga kartu subsidi.

Sementara Kepala Pemimpin Cabang BRI Wilayah Makassar, Yogie Indratenaya mengatakan proses perolehan kartu sejahtera petani ini sangat mudah. Petani hanya mengisi formulir pendaftaran seperti layaknya kartu tabungan.

“Untuk petani yang sudah memiliki kartu BRI sebelumnya, maka kami punya sistem bernama CIF, yaitu nomor rekening yang berbeda dalam satu kartu,”bebernya.

Namun, kata Indra, dalam kartu sejahtera petani tersebut, petani harus mengisi terlebih dahulu saldo sebelum menggunakannya.”Program yang disubsidi oleh pemerintah ialah pupuk, bukan petaninya. Makanya kartu ini harus diisi, jadi petani yang ingin memerlukan harus isi saldo dulu,”tukas Indra.

Senada Direktur PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, Anton Mart Irianto mengatakan keberadaan Kartu Sejahtera Petani ini diharapkan dapat membantu petani dalam proses produksi. Begitu pula menjamin ketersediaan pupuk bagi petani.

“”Jadi kita (PPI) sebagai penyalur pupuk itu menjamin ketersediaan dengan aplikasi kartu ini. Karena memang kartu ini dikeluarkan untuk pupuk subsidi,”ungkapnya.

Kontribusi PPI untuk petani sendiri tidak hanya pada pupuk saja, penyediaan benih dan pestisida pun akan disalurkan. Bekerjasama dengan BRI, pihaknya harus memastikan terjaminnya barang dan dana untuk memperoleh barang tersebut ada di bank.

“Untuk hasil panen petani kami siap sebagai optekernya, terutama untuk gabah kering kita sudah kerjasama dengan RMU di Sulsel,”pungkasnya. (sul/fajar)